Botak Bisa Seksi, Bisa Bikin Risi
Vin Diesel atau Andre Agassi bisa disebut pria botak yang seksi. Mereka tetap nyaman dengan keplontosannya. Namun, tak sedikit yang merasa botak itu mengganggu. Musisi senyentrik Elton John pun menganggap botak malapetaka. Ia jauh-jauh datang ke Jepang untuk mereparasi rambut di kepalanya.
Rambut sebenarnya bukan alat vital karena manusia dapat hidup tanpa rambut. Meski demikian, karena fungsi utamanya menunjang penampilan, tak heran rambut yang indah, tebal, dan sehat menjadi idaman kaum wanita, juga pria.
Kebotakan (alopesia) dapat menimbulkan gangguan psikologis, meski cenderung tidak mengganggu kesehatan tubuh. Menurut Dr. Ari Muhandari Ardie, Sp.KK, dari RSAB Harapan Kita, Jakarta, kebotakan merupakan kelainan kulit kepala akibat kerontokan yang berlebihan, yaitu lebih dari 100 helai per hari secara terus-menerus dalam waktu lama.
"Waspadai jika rambut mulai rontok dalam jumlah banyak dan waktu lama. Bisa jadi itu awal kebotakan," katanya.
Tingginya Hormon DHT
Kebotakan disebabkan banyak hal, seperti penyakit serius, reaksi pengobatan (kemoterapi), dan stres. Umumnya karena faktor genetik dan hormon. Kebotakan lebih banyak dialami pria karena berkaitan dengan hormon androgen, khususnya dihidrotestosteron (DHT) yang berperan penting dalam proses kematangan seksual anak laki-laki sebelum masa pubertas. Hormon ini juga berperan dalam pertumbuhan rambut dan dorongan seksual pada pria maupun wanita.
Peran DHT adalah memperkecil folikel, sehingga rambut mudah rontok dan terjadilah kebotakan permanen (androgenetic alopecia). Akar rambut yang sangat sensitif terhadap DHT mengecil atau memperpendek usia. Pengerdilan ini akan memengaruhi akar rambut untuk berhenti memproduksi nutrisi bagi rambut.
Semakin tinggi kadar DHT, proses kebotakan makin cepat. Pria yang dilahirkan dengan kadar DHT rendah jarang mengalami kerontokan rambut.
Kebotakan akibat faktor genetik ini sudah dapat terjadi sejak remaja atau awal usia 20-an.Tipe kebotakan yang umum dialami pria adalah alopesia androgenetik, dikenal dengan male-pattern baldness.
Botak M-Plontos
Tipe kebotakan pada pria memberi gambaran khas, dimulai penipisan rambut di area "garis" rambut depan. Kebotakan akan membentuk huruf M, dan pada sebagian kasus dapat terus berlanjut. Kadang dijumpai gambaran serupa sepatu kuda (rambut hanya tersisa di tepi kepala), bahkan sampai botak , penuh, hingga kepala plontos.
Pada wanita, tipe kebotakan ini berupa penipisan secara merata, sehingga rambut terlihat lebih jarang. Biasanya diakibatkan perubahan hormon, penuaan, dan faktor keturunan. Penyebabnya lebih sulit diketahui. Diduga kadar hormon androgen memengaruhi pertumbuhan rambut wanita.
Pada kasus genetik, ajaibnya hanya timbul pada laki-laki, sedangkan wanita hanya sebagai gen resesif. Inilah sebabnya hampir tak dijumpai kebotakan pada wanita.
Pemicu kebotakan tak jauh dari perilaku sehari-hari. Contohnya, tarikan yang terlalu kuat saat menyisir, penggunaan sampo yang tidak sesuai, pengecatan rambut, serta penggunaan obat pengeriting atau hairspray yang terlalu sering. Paparan sinar matahari juga dapat menyumbang pada terjadinya kebotakan.
Obat Hipertensi
Kebotakan yang tidak disebabkan faktor genetik bisa diatasi dengan pengobatan. Obat mengandung minoxidil, yang berfungsi mencegah kerontokan. Namun, obat ini hanya mampu mengatasi kebotakan pada 40 persen kasus. Sebenarnya obat ini untuk mengatasi penyakit tekanan darah tinggi.
Perhatian orang lalu beralih kepada obat finasteride yang bisa mengatasi kebotakan pada 83 persen pasien pria. Cara kerja obat ini menekan jumlah DHT, sehingga kebotakan dapat dikurangi. Seperti minoxidil, finasteride juga ditemukan tidak sengaja sebagai obat kebotakan.
Pengobatan ini harus memperhatikan riwayat alergi pasien terhadap komponen obat yang dipilih. "Perhatikan pula tanda yang mengarah pada jantung dan tekanan darah. Khususnya jika pasien hendak diberi minoxidil. Meski obat luar, penggunaan minoxidil harus dengan resep dokter," kata Dr. Ari.
Seperti Menanam Padi
Siapa pun yang mengalami kebotakan permanen karena faktor genetik dan pengaruh hormon tidak perlu berkecil hati. Meskipun tidak bisa diatasi dengan obat-obatan, rambut bisa ditumbuhkan kembali dengan cara transplantasi atau cangkok rambut.
Melalui operasi kecil, beberapa helai rambut beserta akarnya dan juga jaringan kulit kepala yang berada di daerah yang tidak botak, diambil untuk kemudian ditanam pada daerah yang mengalami kebotakan.
Yang perlu diperhatikan, donor untuk transplantasi rambut hanya bisa diperoleh dari kepala pasien sendiri atau saudara kembarnya. Kulit kepala pasien akan menolak folikel, jaringan, dan rambut dari orang lain. Biasanya setelah tiga bulan operasi, rambut hasil transplantasi itu telah mengakar dengan kuat.
"Bayangkan saja seperti menanam padi," kata Dr. Ari.
Pasien perlu beberapa kali menjalani transplantasi bila rambut yang ditanam sangat banyak, misalnya lebih dari seribu helai. Menanam rambut dengan jumlah tersebut membutuhkan waktu lama dan konsentrasi tinggi.
Bagi mereka yang mengalami kebotakan permanen, transplantasi rambut memang menjadi alternatif yang sangat menjanjikan.
Hindari dan KonsumsiKerontokan rambut mudah terjadi akibat perilaku sehari-hari yang salah, misalnya menyisir rambut terlalu kuat, mengikat rambut terlalu kencang, atau sering menggunakan cat rambut, obat pengeriting, dan alat pengering (hairspray).
Makanan juga berpengaruh terhadap rambut. Karena itu, pintar-pintarlah memilih.
Yang sebaiknya dikurangi dan dihindari:▪ Kentang, pasta, dan roti. Ketiganya cepat menjadi glukosa dalam tubuh dan merugikan sistem hormon.
▪ Alkohol dapat menurunkan penyerapan zinc serta vitamin C dan B. Alkohol merupakan diuretik yang dapat memicu dehidrasi, memperburuk kondisi kulit kepala, serta mengganggu keseimbangan kadar gula darah dan hormon.
▪ Kafein. Asupan kafein dalam jumlah besar dalam waktu lama bisa mengganggu penyerapan vitamin B dan C, zinc, dan potasium. Kondisi ini memengaruhi dihidrotestosteron (DHT).
▪ Nikotin, menyebabkan tubuh kekurangan gizi yang penting bagi kulit kepala.
▪ Makanan yang diproses atau diawetkan.
▪ Makanan yang banyak mengandung gula.
Makanan yang sebaiknya dikonsumsi:▪ Buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan lemak tak jenuh yang banyak terdapat pada alpukat, kacang almon, kacang mete, kenari, kemiri.
▪ Makanan sumber zinc. Asupan zinc sekitar 60 mg setiap hari selama enam bulan dapat mencegah kerontokan.
▪ Salad. Lebih baik campur dengan minyak bunga matahari.
Sumber: Senior